Pages

Senin, 30 September 2013

asdwdawdawdaw

dawdawdawsadw

asdawdawd

adawdawdawdasd

Rabu, 01 Mei 2013

Modifikasi Yamaha Mio Drag Bike, Jagoan 300 cc, Tomo Speed..!




ManiakMotor – Langkah toraknya 86 mm atau menjauh 30 mm dari standar. Diameter piston 66 mm,  melar 16 mm dari aslinya. Jelas letupan ruang bakar tiga kali lebih besar dari yang dijual tunai dan  kredit di dealer. Bahan bakar yang masuk ke ruang silinder  jadi 294 cc,  dalam rumus kapasitas dibulatkan jadi 300 cc. Kan sebelumnya cuma 110 cc bro.  

Piston 66 mm
Eh, kalau hanya modal itu, semua  Yamaha Mio bisa dibore-up jadi 300 cc dan juga ikut dragbike matik tune-up 300 cc.  Tetapi, yang ini langganan juara. “Mesin aslinya dibeli dari Thailand, tapi direpair sendiri di bengkel. Beberapa komponen disempurnakan kinerjanya,” buka Utomo sang owner Tomo Speed Shop (TSS) yang Mio-nya, seperti langganan melibas   201 meter dngan 7 detik koma tipis. Hayo dapat 6 detik koma gede dong!
Simpul ilmu Thailand menaikkan kapasitas itu,  lebih mengutamakan torak, ketimbang diameter sumur silinder. Torsi yang dikejar dalam menggapai 201 meter, bukan putaran yang tinggi. Dalam ilmu mesin balap disebut long stroke, yang ini lebih long lagi. Dalam Ilmu analisa kira-kira, cara itu lebih aman. Andai yang dipilih overbore  (diameter silinder lebih besar), jeroan lain nggak kuku.
Overbore butuh rpm tinggi untuk mendapatkan torsi. Itu motor rontok duluan akibat kelebihan putaran, baru semburkan tenaga. Trus, selangkangan jokinya geli-geli basah duluan akibat getaran yang tinggi. Dengan long stroke, komponen lebih aman dan tenaga cepat didapat, itu  maksudnya durability, bro.
Makanya dipilih langkah torak 86 tadi yang bukan maksudnya siaaaap..! 86 di rojer, ganti? “Setang pistonnya dari 2-tak, mereknya K125. Saya tidak tahu dari motor apa. Tapi kalau diukur dari TMA ke TMB, ya 86 mm itu. Bloknya saja diganjal 3,8 cm,” jelas Utomo.
Kem yang pasti sudah bertelur, maksudnya dijiplak
Setang piston ini jelas saja butuh modifikasi kelas berat untuk menancapkan pada kruk-as Mio. Kalau kelas ringan sudah jauh-jauh hari rontok. Belum lagi urusan pin piston dan sebagainya. Kalau ditulis di sini, keburu ngantuk sampeyan membacanya. Lagian mekanik Thailand yang bikin.
Pendeknya, pembesaran ruang bakar mengutamakan langkah. Kata orang pintar, volumetriknya dapat dengan komposisi begitu.  Ya, nggak dapat semuanya sih. Sebab, ideal volumetrik adalah 80 persen, itu sudah bagus. Berarti 240 cc bahan bakar yang masuk ke ruang silinder dituntaskan piston LHK Forged yang 66 mm tadi.  Belum lagi piston yang super ringan ini. Yang ini nanti edisi lain saja ditulis. Walah, ini bukan tabloid pak, tapi online. Iya, lupa...
MASUK-KELUAR
Melayani volumetrik kapasitas tadi, dipilih karbu Keihin PE28. Namun, pelayanan bahan bakarnya dianggap masih kurang, makanya venturinya direamer lagi jadi 30 mm. Dua jokinya, yakni   Ayip Rosidi dan Saiful Cibef punya setingan sama. “Pilot-jet 45 dan main-jet 135,” jelas kedua pengebut trek lurus sembari mengangkat Mio seperti di foto ini.
Penguapan bahan bakar menganut model terompet seperti diajarkan guru korek mengorek Graham Bell.  Dimuali dari diameter karbu yang 30 mm terus membesar sampai diameter payung klep masuk (in) yang 34 mm. Terompetnya dibalik lagi dari pembuangan yang diawali diameter payung klep buang (ex) yang 30 mm.
Angka diameter klep buang itu sama dengan venturi karbu.  Pasti terus membesar dari lubang buang, leher knalpot, perut dan mengecil lagi di ujung kenalpot buatan Thailand. Iya kan, masuk logika kan, kan...  Berarti terompetnya bolak-balik. Sahut-sahutan memberi power, preeet... kan begitu bunyi terompet. Wenak aza, bunyinya nggak begitu, bro. Tapi, blar, blaaarr... 
Kedua klep ini diperintah kem atau noken-as yang katanya 2720. Ruarr biasa, itu kem sangat singkat menutupnya. Berarti, membukanya laaaaaama sekali yang memberi peluang bahan bakar 300 cc masuk ke ruang bakar. “Asli itu angkanya, sudah diukur dan cek ulang pada ahli-ahli kem di Indonesia,” jelas Utomo dengan mimik yang sangat serius. 
SERBA RINGAN
Matik ini serba ringkas. Rangkanya tak lebih dari 6 kg berat totalnya. Konstruksi sambungannya sangat rapi. Warna pipa rangkanya juga bikin nafsu. Ya, mungkin saja bukan titanium murni. Asal tahu saja, di pasar dunia soal logam, titanium murni harga per gramnya di atas Rp 700 ribu, apalagi sudah bentuk jadi rangka?
Makanya bahan ini sekarang mulai dikurangi di MotoGP. Bisa jadi, rangka ini ada campuran titanium. Sebab, aluminium nomor 7 juga hampir sama ringan cuma beda kualitas. Toh, matik Mio ini penempatan sparepartnya efisien. Lihat saja stabilizer dan pijakan kakinya, terpasang ringkas namun fungsional, termasuk juga tangki bahan bakar.
Umumnya kuda besi karapan, dibutuhkan suspensi yang rigid (kaku). Untung dua sokbreker depan dan belakang mampu diseting Tomo Speed dengan bagus. Sokbrekernya juga mendukung. Depan pakai teleskopik Honda Sonic dan belakang pakai YSS produk TDR atau Mitra 2000. Itu klik YSS pengatur bound dan rebound atau kompresi memanjang dan memendek, minta yang paling tinggi alias keras sesuai rigidnya karapan motor.
Mantap ya.Enzy

Data modifikasi          
LSA (lobe separation angle) : 1010        
Pengapian  : Yamaha Fino        
Busi  : NGK        
Kompresi : 1:13,4        
Klep : SPS        
Kenalpot : Tomeco        
Per CVT : LHK        
Roler : LHK 8 gram        
Belt  : Stadar Mio        
Sokbreker depan : Honda Sonic        
Sokbreker belakang : YSS         
Selongsong gas : Yamaha TZM        
Pelek depan : TDR 1.20-17        
Pelek belakang : TDR 1.60-17        
Ban depan : Camel 45/90-17        
Ban belakang : IRC Eat My Dust 60/80-17

Korek Harian YAMAHA VEGA 125 cc

http://www.ratmotorsidoarjo.co.cc
Alhamdulillah,
Konsep Utama Modifikasi - Hukumnya wajib :D
Sungguh nikmat merasakan berkah di bulan Ramadhan — begitu banyak kesempatan riset korek mesin tiada henti berdatangan. Pula rasa syukur tak henti kami panjatkan bagi ALLAH SWT, Tuhan semesta alam, atas limpahan rahmatmu kami dapat berkarya. Dan atas izinMu kami masih dapat berbagi, bersedekah ilmu untuk semua sahabat se – Indonesia :) Apa kabar semuanya? Yang disabang? Yang di Merauke? Kami di sidoarjo nya masih terus terendam Lumpur nih… Hahaha! Apa pemerintah udah pada lupa? Woi jangan bikin gedung DPR cuma buat pindah tidur  :D Bangun-bangun, sahur!!!
Kesempatan kini datang dari penyemplak motor Yamaha Vega R milik mr. V yang tergabung dalam club V1VA Surabaya, pemuda tampan, pendiam, memakai kacamata, menyambangi markas R.A.T yang dipenuhi pemuda berbadan gelap penuh olie, dengan gagah berani meminta order vega nya untuk di korek kencang  buat turing. Busyet ternyata meski body vega nya di motif cutting sticker bunga-bunga gini, empunya  gila kecepatan. Kami pun berdiskusi konsep kerja yang akan dilakukan, setelah diajukan proposal , “Bayar-nya nyicil ya mas, ” bisik sang empu pelan. “Gapapalah , pokoknya 3 x , pagi-siang-sore Lunas! Hehehe… ” jawab saya, lalu kita tertawa bersama. Nah, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Modif lah sebelum modif mesin dilarang. oWokWokokWok… :D
Bunga-bunga tak berarti banci :D
Konsep mesin touring adalah kencang tapi juga awet, dan sewaktu-waktu ada trouble sparepartnya mudah didapat. Tapi inti modifikasi menjadikan laju motor kalau lari ber iring-iring tidak ketinggalan dengan karib lain. Berarti konsep motor harus mampu terus bernafas di trek yang cukup panjang, lumayan lah buat riset kalau ada order buat mesin balap dari jakarta yang main 800 meteran wkwkkw…  ngimpi – ngimpi. :) Lagipula jalan ke arah bandara Juanda lempeng banget kalau dibuat test ride. Oke deh, plafon budget disetujui, tinggal tugas mekanik mensiasati budget yang ada.
Klep Standard dibubut layaknya klep Racing :D
Motor ditinggal, sang mr. V – kok perasaan ga enak nyebut inisialnya, untung bukan cewek , bisa jadi miss V donk,, hayoo yang baca siang-siang jangan mikir jorok. Uhhhuuyy… head silinder langsung dibuka perlahan- satu demi satu bautnya dikendorkan, dilepas, dibuka.. dipelorotkan dari baut tanamnya, hingga terlihat baut yang mulus dan basah terbasuh oli itu, hahahha cerita apaan sih. Dah intinya diperetelin untuk diantar ke bengkel bubut Dhaha Putra Teknik, langsung menuju ke pojok kiri belakang, tempat mas Amin bersarang!
Kita order pemakaian katub shogun, dengan panjang batang klep 67 milimeter, kita buat muncul klep nya 29 milimeter dari pangkal head, gap dibuat 4.5 milimeter mas. “Bentuk kubah ruang bakar seperti biasanya ya mas ” pesan saya mengerling kan kode rahasia , hehehe.. ini yang tetep bikin dapur bini ngebul :D wkwkwkw…
Porting kotak - kotak - kotak , :D
Gap lebar layaknya pacuan motor road race, berguna untuk mendapat area overlaping yang tinggi , sehingga tenaga di putaran atas membaik. Disokong oleh aplikasi untuk pir katub milik CS-1 agar tidak terlambat mengembalikan klep exhaust di putaran 10.000 RPM. Sayangnya kok telat nemuinnya, malah pakai pir katub shogun sempat patah pir katub nya kena lobe lifter cam 7 milimeter, hasil dari pemangkasan noken as 1.5 milimeter. Untung ga patah klep nya, fffiiuuhhh… Kalau penari dangdut goyang patah-patah mah, aaajjjiiibbb :D
Kalau ini head jupiter buat Bore Up 200 cc milik guruku :D cak Bayu "Tape" Hi Speed Performance
Area intake port kita papas 5 milimeter, porting dibuat kotak – maunya meniru desain suzuki satria Fu150, hehehe… kebanyakan garap mesin FU jadi keblinger gini ^_^  eh, ternyata enak banget kok :D Sekali-kali gak ngikutin Graham Bell kan gak dosa :) Terpenting kita tahu prinsipnya, yang diinginginkan adalah aliran udara berkelok kesamping, bergumpal di area dekat bushing klep, lalu dihajar membentuk badai homogenus masuk ke silinder saat katub terbuka. Malahan menurut david vizard, asimetrical porting akan membantu membentuk swirl, dan dari buku teori dasar mesin torak, efisiensi ruang bakar yang mampu mencegah detonasi adalah campuran udara/bahan-bakar yang berputar ter-aduk2 dalam silinder. Oleh karenanya kita berani mematok perbandingan volume yang disapu dengan volume yang ditinggalkan hingga 11.5 : 1.
Tak lupa teknik modifikasi terbaru kita terapkan, valve back cut, ini kuncian yang menambah efisiensi area porting menjadi sebesar 30%, area kiri – kanan bushing klep kita lebarkan 110 % dari diameter klep intake. Hasilnya, Nafaaaaassss terus gak habis-habis motornya, puncak kecepatan 120 KPJ di gigi 3 kemudian pindah ke persneling final masih mau ngepot ban belakangnya waktu saya menguntit mas wawan yang ngebut test ride pake vega, sedangkan saya pake MX 135 cc korek ringan sudah nyerah, ngeri…!!! Mas wawan pun melesat makin jauh… Lucu juga ngeliat pantat mas wawan nungging di depan gitu hahaha! dasar bapaknya Attaya, besok kalau anaknya udah gede, biar ini jadi cerita buat dia kalau ternyata dulu bapaknya mau jadi pembalap gak kesampaian hahhaha :D
Wawan RAT :: Tertidur pulas disamping vega karyanya
Padahal jantung dapur pacu mesin Yamaha Vega ini hanya kita rubah memakai piston kawasaki kaze oversized 1 milimeter, piston ini masih menjadi andalan dari jaman dulu, hanya sekarang tinggal bagaimana pintar kita mensiasatinya. Disini serunya, karena blok vega lebih rendah 2 milimeter dibanding Jupiter Z atau Vega R new , inilah kesempatan membentuk dome pistonnya layaknya piston FIM – izumi. Piston yang muncul dari blok di beri tanda garis dengan pisau, piston direndahkan hingga 0.5 milimeter dibawah garis itu, dan dome yang terbentuk dilesakkan ke dalam ruang bakar. Mantep To, enak To… :) Tak lupa speeling kedalaman coakan klep pada piston diberi lebih dalam + – 1 milimeter dari posisi overlaping klep. Kalau menurut Tom Monroe, dalam bukunya Engine Builder Handbook, sebaiknya kedalaman coakan klep exhaust pada piston diperdalam, karena kecenderungan klep buang dalam posisi turun hanya mengandalkan kekuatan pir klep untuk mengembalikan posisinya, jika terlambat maka fatal akibatnya – merusak head-klep-piston-liner. Sudah sadar kan, kenapa seringkali klep buang yang mengalami kebengkokan atau bahkan patah? Ya-ya-ya ndak perlu berterimakasih begitu…
Blok pendek, piston bisa dibuat nge-dum :D
Dengan jantung sebesar itu, potensial  kubah ruang bakar masih bisa dipacu dengan katub milik Honda sonic dengan dimensi 28 / 24, tapi toh ini untuk riset siapa tahu dapet pesenan juga untuk bikin mesin MP 3, kan dengan katub 26 / 22 , anggap aja motor pembalap pemula tapi tetep kudu bisa galak :) Supplay bahan-bakar masih mengandalkan milik jupiter z, pilot jet # 25, main jet # 110. Tanpa reamer, intake manifold standard. Box filter terpasang supaya debu tidak tersedot waktu motor dibawa ngebut nyalip bus, atau truk. Gasss terus pokoknya.
Ubahan lain di sektor kampas kopling, kita mengandalkan kampas kopling racing dari Indopart, pir kopling dari motor jambret, yamaha RX-KING, balancer 900 gram. Magnit standard, cdi 4st, coil standard. Tidak ada yang istimewa memang, toh butuhnya hanya transfer tenaga. Lebih dahsyat langsung ubah gigi rasio , ditata pada sekunder nomor 3 dipakai mata berjumlah 30. Membuat reduksi dari gigi 2 ke 3 lebih rapat dan cepat, dan masih menyisakan nafas pada gigi 4. Hasil top speed jarum speedometer mentok cukup lumayan lah, digapai dengan mudah melalui final gir depan 15 – belakang 35.
Antrian head untuk dibubut, tukang bubutnya ngopi di warkop sama saya hahahhaha :D
Muffler dipercayakan oleh bang Zaeni, dimodel megaphone, untuk mengejar putaran atas, silinser mengerucut kecil, pipa 25 milimeter pada leher, disambung 27 milimeter di step ke – 2, silinser 15 milimeter adalah lubang kasa, dengan jumlah lubang pada pipa 16 buah dengan diameter 6 milimeter.
Cak Agus, lagi sibuk mendesainkan knalpot orderan mas wawan R.A.T
Ffffiiiiuuuuhhhh… kayanya ketagihan nih bikin motor trek panjang, kapan dapet orderan jupiter lari 185 kpj, ya… rasanya bukan mimpi kalau dana nya ada… :) Itu rahasiamu saja ya Allah, dan kami bersyukur atas apa yang telah ditorehkan hari ini.
Tetap Sehat – Tetap Semangat, Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari.

R.A.T Motorsport

Raya Bypass Juanda No. 1
SIDOARJO
contact person : 085645577007
mail us : dragswega201@yahoo.com
be our friend @ facebook : swega RAT, wawan RAT, kicky RAT
Specification of Tuning :
- Head Port & Polished by R.A.T
- Mp 3 / Mp 4 customized cylinder head , 38mm combustion chamber axis, 26 mm inlet , 22 mm outlet
- Back Cut Valve modification
- Piston Kaze o.s 1.00, customize piston, deep relief
- Camshaft 255 degree, valve lift 7.6 inlet, 7.8 outlet, made by R.A.T
- Spring valve Honda CS-1

- Clutch Suzuki FR80 Indopart, Clucth spring Yamaha RX-King

- CDI Yamaha 4ST

- Knalpot Customize by R.A.T

Balap Motor Drag Bike TDR Racing Championship 2013

Buat pecinta balap motor drag, tanggal 21 april 2013 kemarin digelar event balap motor drag oleh TDR Racing seri 1 di Kudus Jawa Tengah dengan Kelas DragBike motor yang dilombakan:
  • Bebek 2 Tak Tune Up sampai dengan 130cc
  • Bebek 2 Tak Tune Up sampai dengan 140cc
  • Bebek 2 Tak Tune Up sampai dengan 155cc
  • Bebek 4 Tak Tune Up sampai dengan 130cc
  • Bebek 4 Tak Tune Up sampai dengan 200cc
  • Sport 2 Tak rangka STD sampai dengan 155cc
  • Matic Tune Up sampai dengan 155cc
  • Matic Tune Up sampai dengan 200cc
  • Super Matic (FFA) sampai dengan 400cc
  • FFA Super Open s/d 450cc


Hayoo..siapa anak kudus yang nonton balap drag kemarin? Pasti..serru..balap dragnya?

Selasa, 30 April 2013

Drag Bike 2013, 10 Catatan Bebek 4-Tak Tercepat, FU Penguasa

ManiakMotor- Dalam sejarah portal ini menulis trek lurus, ada 10 catatan tercepat 2012 yang dicetak bebek 4-tak. Time itu diperoleh di Bebek 4-Tak Tune-up s/d 200 cc dan 4-Tak Campuran s/d 250 cc. Ke-10-nya dicetak 6 motor. tetapi lebih banyak dikuasai Suzuki Satria FU yang dari spesifikasi mesin tegak dan DOHC memang unggul.Keenam motor ini tetap akan jadi cerita di arena drag pada 2013.
 
Yang mampu bersaing di 10 catatan terbaik di luar FU adalah Jupiter Z Pele dan Suzuki Shogun milik SHRT. Itu pun milik Pele nyaris terlempar dari Top Ten. Ini catatan yang ada di maniakmotor.com, loh. “Kan saya bilang, untuk melawan FU yang DOHC harus peras otak. Ada tiga step yang harus dilewati supaya bisa setara,” kata Arif Sigit Pele Wibowo, pawang Jupiter Pele dari Pells Racing yang bermarkas di Boyolali, Jawa Tengah.

Bandingkan dengan keunggulan FU yang efesiensi pembakarannya sudah terjamin dengan DOHC. Di ruang bakarnya ada dua klep masuk dan dua buang. Terus sasis pun layaknya sport alias full frame."Riset pada FU untuk 2013, tinggal memperbaiki kekurangan pada 2012,” tukas  Wawan Kristiarto selaku peramu motor yang tener dengan FU Solo dari tim Abakura Ditra Jaya Solo itu.

FU Solo  ini paling banyak mencatatkan waktu di 10 besar. Sebenarnya, catatan tercepat atau nomor satu dimiliki dua FU. Yakni, FU Solo dan FU korekan Sapuan alias FU Sapuan. Hanya saja, keduanya turun di kelas berbeda. FU Solo mencetaknya di 200 cc dan FU     Sapuan di kelas campuran 4-Tak s/d 250 cc. Seharusnya juga keduanya harus bertemu. Yaaaa, bila nggak bersua di event resmi, silakan diatur sendiri di balap malam, hehehe. 

Becanda brosist...
Katanya FU Solo pada 2013 akan memformat ulang karakter mesinnya, agar semua joki bisa menunggangi. Saat ini itu motor hanya oke di tangan Dwi Batank. Sebab, settingan  2012, FU Solo ingin lebih kuat powernya pada putaran tinggi. Ilmu kira-kiranya ingin menyamakan karakter overstroke FU Sapuan. FU Sapuan mampu menyamai catatan FU Solo dengan 7.521 detik yang dipacu Ardiansyah Ucil saat penyisihan  Pertamina Drag Bike, Banjar Patroman, Jawa Barat pada 1 Novamber 2012 .